Nightlife.id, Jakarta – Pemerintah Thailand rupanya sudah jengkel negaranya disebut sebagai destinasi wisata seks. Bahkan sudah ada pernyataan resmi bahwa Negera Gajah Putih itu menentang keras segala macam konsep wisata seks.

Dilansir Reuters, pernyataan itu dikeluarkan Badan Pariwisata Thailand (TAT). “TAT ingin Thailand menjadi destinasi wisata yang berkualitas dan bertujuan baik. Kami sangat menentang segala konsep wisata seks,” tulis TAT dalam keterangan resminya.

Thailand selama ini memang ramai dikunjungi turis. Negara ini terkenal punya wisata pantai, kuil Buddha, dan kuliner mengagumkan. Namun di sisi lain, banyak pula kawasan yang justru “menjajaka” seks. Tak hanya di pelosok, banyak pula ditemukan di kota besar, tidak terkecuali di Bangkok.

Senin (26/2), Kepolisian Thailand menangkap 10 orang warga negara Rusia yang membuka kelas pelatihan jasa seks di Pattaya. Mereka ditangkap dengan tuduhan bekerja tanpa izin resmi.

Tidak mengherankan Thailand disebut surga dunia wisata seks. Di sana menawarkan segala jasa mulai dari pijat plus-plus sampai sewa teman tidur.

Dikutip dari data yang dirilis oleh badan pengentasan AIDS PBB, UNAIDS, pada 2014 terdapat sebanyak 123.530 orang pekerja seks di sana.

Bahkan, Menteri Pariwisata Gambia juga sempat menyatakan meminta turis lebih baik datang ke Thailand untuk wisata seks daripada ke negaranya.

Sepanjang tahun lalu, industri pariwisata Thailand telah menyumbang pendapatan negara sebanyak 53,76 miliar dolar Amerika Serikat (sekitar Rp73 triliun), naik 12 persen dari 2016.

Jumlah pendapatan tersebut disebut yang tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Thailand. Tahun ini Thailand menargetkan didatangi 37,55 juta turis (rak)



Redaksi Nightlife.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksinightlifeid@gmail.com, dan redaksi@nightlife.id.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here